Belajar Matematika dengan Games Matematika

Matematika Tahukah Anda Games Matematika? Matematika boleh jadi merupakan pelajaran yang kurang populer di antara para siswa di sekolah. Karena dianggap pelajaran yang sulit, membuat matematika bisa dibilang kurang digemari hampir banyak siswa, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Games matematika adalah salah satu cara agar belajar matematika lebih menarik, terutama dapat merebut hati para siswa di sekolah.

Ada banyak games matematika. Tingkat kesulitan games tersebut tentunya disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. Anda dapat menemukan games matematika pada buku maupun dalam fomat digital seperti DVD.

Games matematika biasanya ditujukan untuk siswa pra-sekolah hingga siswa sekolah dasar. Penyajiannya yang interaktif disertai gambar yang menarik membuat DVD games matematika jenis ini banyak digemari oleh para siswa.

Pernahkah Anda mengetahui salah satu games matematika yang dinamakan dengan magic square?

Permainan tersebut ditujukan untuk siswa sekolah dasar, dengan tingkat kesulitan dapat disesuaikan. Magic square merupakan sebuah persegi besar yang tersusun atas persegi-persegi kecil. Dalam beberapa persegi kecil tersebut terdapat bilangan, ada pula persegi-persegi yang kosong.

Tugas siswa pada games matematika ini adalah mengisi persegi-persegi kosong dengan bilangan yang tepat sehingga seluruh bilangan juga dapat dijumlahkan dengan tepat, baik secara mendatar, menurun, ataupun menyilang. Dengan catatan, penjumlahan bilangan harus sama untuk ketiga cara tersebut.

Magic square dapat dikatakan sebagai salah satu cara menyampaikan materi penjumlahan agar tak membosankan.

Games Matematika

Boleh dikatakan games matematika tidak seluruhnya ditujukan untuk anak yang memang menggemari matematika, agar menarik minat anak-anak untuk menggemari matematika, atau sedikitnya tidak apriori terhadap matematika. Beberapa games matematika dirancang untuk melatih kinerja otak kiri agar makin terasah dan terlatih. Dengan demikian, diharapkan anak-anak akan memahami konsep matematika tanpa harus menghapalkan rumus-rumus tertentu.

Beberapa games lagi, dirancang untuk melatih daya nalar dan logika sehingga diharapkan anak memahami bahwa matematika bukan hanya sekumpulan rumus yang harus dihapalkan tanpa ada aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari (bernalar dan merumuskan kesimpulan).

Sebagai orang tua, sudah selayaknya Anda memahami kebutuhan putra-putri Anda dengan menentukan jenis games matematika yang sesuai. Media games matematika yang digunakan bisa berupa barang cetakan (buku) ataupun dalam bentuk digital.

Anda tinggal memilih yang sesuai kebutuhan putra-putri Anda. Jangan heran, jika putra-putri Anda kemudian akan ‘mencandu’ terhadap games matematika. Dan jangan heran pula, jika putra-putri Anda semakin kreatif.

Membeli Games Matematika

Games matematika dalam bentuk buku ataupun DVD dapat dibeli di toko-toko buku yang terdapat di kota Anda ataupun jaringan online toko buku yang terdapat di dunia maya.

Apabila Anda rajin mengunjungi dunia maya, Anda dapat menemukan banyak situs games matematika di sana. Cukup masukkan kata kunci mathematics games pada mesin pencari dan Anda akan dirujuk pada banyak situs games matematika secara online. Mulai dari games dengan tingkat kesulitan paling sederhana, hingga yang paling sulit sekalipun.

Buku-buku terbitan luar negeri banyak melakukan promosi menggunakan media internet. Anda dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencari buku games matematika yang tepat untuk putra-putri Anda. Cobalah gunakan kata kunci yang sama. Harga yang ditawarkan tidak akan murah karena harga berdasarkan mata uang asing (biasanya dalam dolar Amerika).

Tetapi, harga tak akan menjadi masalah, jika itu merupakan hal terbaik untuk kepentingan putra-putri Anda bukan? Anda tinggal menentukan mana yang sesuai dengan kondisi putra-putri dan anggaran keuangan Anda. Tak seorang pun orang tua yang tak rela berkorban untuk kemajuan putra-putrinya.

Games Matematika dalam Cerita

1. Games Matematika – Saudagar dan Nelayan Pintar

Singkat cerita, ada seorang saudagar kaya yang membawa beberapa barang berupa, sekeranjang kubis, seekor kambing, dan seekor serigala. Saudagar itu ingin menyeberangi sungai yang cukup lebar. Alat transportasi yang tersedia saat itu hanyalah sebuah sampan kecil, yang hanya mampu mengangkut dirinya dan satu barang bawaan saja.

Sang saudagar bingung, karena bagaimanapun semua barang bawaannya harus bisa ia seberangkan semuanya dan dibawa kerumah. Ia tidak tahu barang mana yang harus lebih dulu ia seberangkan. Jika ia menyeberangkan serigala dulu, maka kubis kemungkinan akan dimakan oleh kambing. Demikian juga jika ia menyeberangkan kubis dulu, maka serigala kemungkinan akan memakan kambingnya.

Di tengah kebingungan itu, munculah seorang nelayan yang hendak pergi mencari ikan di sungai tadi. Ia lantas bertanya kepada sang saudagar terkait kebingungan yang sedang dialaminya. Sang saudagar pun menjelaskan permasalahnnya tadi.

Dengan entengnya, nelayan itu menjawab, “Pertama-tama, tuan harus menyeberangkan kambing terlebih dahulu, kemudian tuan kembali ke sini untuk membawa barang lainnya. Setelah itu, silakan tuan naikkan kubis ke atas sampan dan seberangkanlah kubis itu. Namun, saat tuan berhasil menyeberangkan kubis, tuan harus kembali lagi ke sini dengan membawa kambing yang sebelumnya sudah diseberangkan.

Saat tuan tiba di sini, tuan turunkan kambing tadi, lalu naikkanlah serigala ke atas sampan. Seberangkan serigala itu. terakhir, tuan kembali lagi ke sini untuk membawa kambing. Dengan demikian, semua barang bawaan tuan akan selamat sampai ke seberang tanpa ada satu pun barang yang hilang atau dimakan kambing atau serigala yang tuan bawa.

Wah, ternyata nelayan tadi jauh pintar dari si saudagar itu. Ia bisa dengan gampangnya memecahkan masalah yang telah membuat si saudagar bingung.

Bagaimana, games matematika dalam bentuk cerita ini cukup menyenangkan, bukan? Tenang, itu hanya salah satu contoh saja. Berikutnya penulis akan menghadirkan satu games matematika berbentuk cerita lainnya. Siapkan diri kalian untuk menyimak games matematika yang tak kalah menarik berikut ini.

2. Games Matematika – Anak Yatim Piatu Pandai dan Raja Bijaksana

Dikisahkan dalam sebuah cerita, terdapat sebuah kerajaan yang jauh di sana. Kerajaan itu dipimpin oleh raja bijaksana yang memiliki seorang permaisuri yang rupawan. Namun, setelah hampir 10 tahun menikah, mereka belum juga dikaruniai seorang keturunan.

Singkat cerita, sang permaisuri meminta kepada raja untuk mengadopsi seorang anak yatim piatu yang pandai dan sopan. Maka untuk mengabulkan keinginan sang permaisuri, raja pun membuat sayembara terkait rencananya mengadopsi anak. Adapun isi sayembara tersebut berupa games matematika. Barangsiapa bisa memecahakan persoalannya, maka ia akan mengadopsinya sebagai anak.

Kabar mengenai sayembara itu langsung tersebar, dan sudah banyak anak yatim piatu berkumpul di halaman kerajaan untuk mengikutisayembara. Tanpa berpikir panjang, sang raja langsung mengatakan isi sayembaranya.

“Mana yang lebih berat, besi 10 kg dengan Kapas 10 kg? Lalu, pertanyaan berikutnya, jika saya menggali lubang di tanah sedalam 10 meter dengan panjang dan lebar galian masing-masing 4 meter dan 5 meter, berapa banyak tanah yang berada di lubang tersebut?”

Begitulah pertanyaan yang dilontarkan sang raja. hampir seluruh peserta sayembara kebingungan. Namun secara tiba-tiba, seoranganak yatim piatu dari pedalaman desa maju ke hadapan sang raja. Ia menjawab kalo besi 10 kg dan kapas 10 kg, beratnya sama. kemudian untuk pertanyaan kedua, anak kecil itu menjawabnya dengan enteng. Isi tanah yang terdapat dalam lubang itu adalah kosong atau tidak ada.

Bagaimana, apakah kalian bisa menangkap hal menarik dalam games matematika tadi?

Tinggalkan komentar

Filed under Matematika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s