Mengenal Bahasa Korea

Bahasa Tahukah Anda Bahasa Korea? Bahasa Korea merupakan bahasa nasional dua negara Korea, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara. Bahasa Korea ini digunakan sebagai bahasa percakapan sehari-hari oleh sekitar 49 juta orang di Korea Selatan, 23 juta orang di Korea Utara, dan 5 juta orang imigran Korea yang tersebar di beberapa negara, khususnya di Jepang, Cina, Rusia, dan Amerika Utara.

Sampai saat ini, para ahli bahasa belum bisa menentukan termasuk ke dalam rumpun bahasa manakah bahasa Korea tersebut. Akan tetapi, sering kali bahasa Korea dikelompokkan dalam rumpun bahasa Altaik, yaitu salah satu rumpun bahasa Asia yang meliputi bahasa Turki, bahasa Mongolia, dan bahasa-bahasa di negara-negara Asia lainnya. Berdasarkan struktur gramatikalnya, bahasa Korea lebih mirip dengan bahasa Jepang, sedangkan kosakatanya banyak memuat kata-kata dalam bahasa Cina.

Kata-kata dalam bahasa Korea dituliskan dalam huruf Korea yang disebut Hangeul (di Korea Selatan) atau Choson gul (di Korea Utara). Berdasarkan catatan sejarah Korea, huruf Korea ini diperkenalkan sekitar 1446 pada masa pemerintahan Raja Sejong di dinasti Choson (1392 – 1910). Huruf-huruf Hangeul atau Chosol gul tersebut terdiri dari lambang-lambang fonetik yang dapat dilafalkan dengan kata-kata dalam bahasa Korea. Selain itu, beberapa sistem telah diuji dan dikembangkan untuk menuliskan bahasa Korea dengan huruf-huruf Romawi, sehingga memudahkan para pembaca naskah atau karya tulis yang disajikan dalam bahasa Korea.

Pada dasarnya, masing-masing karakter huruf Korea berhubungan dengan fonem, yaitu bunyi dasar yang menyatakan vokal, konsonan, atau konsonan yang menyerupai vokal (semivokal atau glide). Dalam hal ini, penulisan huruf-huruf Korea yang menyatakan vokal mempunyai karakteristik yang sangat berbeda dengan huruf-huruf yang menyatakan konsonan. Perbedaaannya adalah:

  • Huruf-huruf konsonan terdiri dari 3 lambang dasar yang dipengaruhi oleh kajian kosmologi yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Asia Timur. Ketiga lambang dasar tersebut adalah titik (.) yang menyatakan surga, garis mendatar (­–) yang menyatakan bumi, dan garis vertikal (I) yang menyatakan manusia.
  • Huruf-huruf konsonan terdiri dari unsur-unsur dasar dan sederhana yang secara skematik digunakan oleh kelompok bunyi yang berartikulasi pada tempat yang sama di lidah atau mulut, misalnya bunyi n dan t yang dihasilkan dengan menempatkan lidah di belakang gigi bagian atas, dinyatakan dengan simbol-simbol yang menunjukkan posisi lidah ketika melafalkan bunyi tersebut.

Huruf Korea terdiri dari 19 huruf konsonan, 10 huruf vokal, dan 2 huruf semivokal. Huruf-huruf konsonan tersebut yang dinyatakan dalam huruf Romawi adalah k, kk, n, t, tt, l, m, p, pp, s, ss, ng, ch, tch, ch’, k’, t’, p’, dan h; sedangkan huruf-huruf vokalnya adalah a, ae, ŏ, e, o, ö, u, ü, ŭ, dan i.

Selama berabad-abad, huruf-huruf Korea yang digunakan untuk menuliskan kalimat dalam kelompok-kelompok suku kata tanpa spasi. Penulisan kalimatnya pun dilakukan secara vertikal yang dimulai dari sudut kanan atas halaman kertas.

Pada 1896, spasi untuk memisahkan satu suku kata dengan suku kata lainnya mulai digunakan, dan pada pertengahan abad ke-20 penulisan kalimat bahasa Korea mulai mengadopsi pola penulisan kalimat dalam bahasa Latin, yaitu dari kiri atas halaman kertas.

Tinggalkan komentar

Filed under Bahasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s