Fisika Dasar Tentang Panas

Bahasa Tahukah Anda Hubungan Fisika Dasar Tentang Panas? Panas sering digunakan untuk menunjukkan keadaan benda yang memiliki temperatur atau suhu tinggi. “Awas air panas!” Kalimat ini seringkali kita gunakan untuk menyatakan bahwa air memiliki temperatur tinggi (hot) lawan kata dingin atau cool yang menunjukkan keadaan dengan temperatur rendah.

Kata panas juga kerap kita pakai untuk menunjukkan sesuatu yang dibuat menjadi. Misalnya, ”Airnya sedang dipanaskan” atau ”Ayah sedang memanaskan mobil.” Pada dua kalimat tersebut, panas adalah sesuatu yang diberikan kepada benda sehingga benda menjadi bertemperatur tinggi.

Kalor

Dalam literatur fisika dasar bahasa Inggris, heat digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang diberikan kepada benda sehingga benda menjadi panas. Sementara dalam bahasa Indonesia, istilah fisika dasar untuk heat adalah kalor.

Asal Muasal Kalor

Kalor merupakan salah satu bentuk energi. Kalor dihasilkan atau dilepaskan oleh suatu benda yang memiliki temperatur tertentu. Misalnya, sebuah besi yang dibakar di atas bara api. Temperatur besi akan mengalami kenaikan sehingga melepaskan kalor ke sekelilingnya.

Istilah kalor berasal dari kata caloric yang berarti ‘zat alir’. Kalor dianggap zat yang mengalir karena sifatnya yang seolah berpindah. Misalnya, air kopi yang panas lama-lama akan menjadi dingin, sama dengan temperatur udara. Kalor atau panas dari kopi berpindah ke udara agar temperatur kopi dan udara sekitarnya sama atau seimbang. Namun, saat ini, kalor lebih diyakini sebagai bentuk energi, bukan zat alir.

Api Sumber Energi Panas

Api terbentuk karena tiga sebab, yaitu ada bahan yang mudah terbakar, panas, dan oksigen. Tiga hal ini dikenal dengan istilah segitiga api. Ketiganya harus ada. Jika salah satunya hilang, api tidak akan terbentuk. Pada 1777, Antoine Lavoisier, seorang kimiawan asal Prancis, berhasil membuktikan bahwa pembakaran merupakan hasil reaksi antara oksigen dan zat lainnya.

Api sering terlihat berwarna kuning dan biru. Warna biru menandakan jumlah oksigen yang berlimpah, sedangkan kuning berarti jumlah oksigen sangat terbatas. Warna api juga bergantung pada temperaturnya. Warna biru memiliki temperatur yang sangat tinggi. Maka dari itu, kompor gas yang bagus harus memiliki api berwarna biru.

Manusia purba membuat api dengan cara menggesek-gesekkan dua tongkat kayu kering. Gesekan menimbulkan panas. Adanya panas, oksigen di udara, dan bahan kayu yang mudah terbakar, menimbulkan api. Prinsip gesekan tersebut juga dipakai pada korek api. Namun, pada korek api, gesekan menyebabkan bahan-bahan kimia pada pentolan korek terbakar.

Tinggalkan komentar

Filed under Fisika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s