Fisika SMK: Kombinasi Teori dan Praktik

Bahasa Tahukah Anda Fisika SMK? Banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang bisa diambil sebagai bahan belajar mata pelajaran sekolah. Metode pembelajaran yang menggunakan sumber belajar dari alam sekitar atau dari perilaku hidup sehari-hari akan lebih mudah ditangkap oleh anak didik/siswa.

Salah satu contohnya adalah pelajaran Fisika untuk Sekolah Menengah Kejuruan atau Fisika SMK. Penerapannya, misalnya penggunaan baut-baut pengunci roda pada sepeda motor dan mobil.

Beda Fisika SMA dan Fisika SMK

Berbeda dengan pelajaran Fisika di Sekolah Menengah Umum/Atas (SMU/SMA), di jenjang ini banyak dipelajari konsep-konsepnya saja. Aplikasi dalam praktik kehidupan keseharian sangat sedikit.

Namun untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Mesin banyak diajarkan bagaimana melakukan perencanaan untuk sebuah konstruksi permesinan, konstruksi fabrikasi dan otomotif. Bagaimana cara memilih baut, paku, rantai, pasak, material besi baja, menghitung dan menentukan bantalan, menentukan kekuatan sebuah kontruksi, dan masih banyak lagi.

Mekanika

Di dalam pelajaran Fisika SMK jurusan Teknik Mesin, yang sekarang dikenal dengan nama SMK Kelompok Teknologi dan Industri, sebutan yang dipakai untuk mata pelajaran Fisika adalah mata pelajaran Mekanika. Disebut Mekanika karena memang unsur mekanis yang difokuskan untuk dipelajari.

Contoh Kasus

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan dilatih untuk melakukan penghitungan sebuah kekuatan baut untuk konstruksi tower air. Parameter yang diberikan adalah volume bak air dan tinggi tower. Maka siswa selanjutnya akan menghitung berat beban yang akan ditanggung oleh tower itu.

Dengan mengetahui volume air maka akan diketahui berat air tersebut. Faktor ketinggian tower sudah diketahui maka beban keseluruhan sudah diperoleh. Langkah selanjutnya adalah siswa menghitung beban dan jenis bahan tower yang akan dipakai. Lengkap sudah beban yang harus ditanggung tower tersebut. Maka tinggal menentukan ukuran bautnya dan jumlahnya.

Pelajaran lain adalah bagaimana menentukan besar diameter poros sebuah gerobak. Untuk kasus ini, siswa dilatih untuk mengetahui karakteristik material besi baja. Kemudian, siswa juga dilatih menghitung beban statis dan beban dinamis yang akan ditanggung oleh poros gerobak tersebut.

Memang hanya sebuah gerobak, akan tetapi jika dibuat hanya sekadar menggelinding untuk membawa beban maka sebenarnya telah terjadi pemborosan. Efek yang terjadi gerobak sering rusak. Dari benda atau peralatan sehari-hari ini maka diharapkan siswa SMK Teknologi dan Industri bisa menjadi referensi di tengah-tengah masyarakat.

Setelah beban statis dan dinamis diketahui, siswa bisa menentukan pilihan jenis bantalan yang akan dipakai. Demikian juga dengan besarnya diameter poros akan segera diperoleh. Untuk jenis material juga akan dapat dipilih. Faktor jenis bahan ini merupakan faktor penentu diameter poros yang akan dipakai. Bantalan di kedua rodanya pun semakin mudah ditentukan.

Dari pelajaran mekanika di atas, kemudian siswa SMK diberi mata pelajaran praktik. Mereka akan dilatih untuk membuat konstruksi dari apa yang dipelajari di dalam mata pelajaran Mekanika tadi. Sehingga akhirnya lulusan SMK akan siap dalam menghadapi problematika kasus-kasus mekanik di dalam kehidupan atau di dalam pekerjaannya nanti.

Tinggalkan komentar

Filed under Fisika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s