Cabang Ilmu Mikrobiologi

Biologi Tahukah Anda Mikrobiologi: Cabang Ilmu Biologi yang Mempelajari Mikroba? Sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna, manusia dibekali pemikiran, naluri, dan rasa ingin tahu yang cukup tinggi. Selama ada keinginan, manusia bisa mempelajari apapun. Jagat raya, planet-planet, hewan, tumbuhan, atau bahkan mempelajari tentang tubuh manusia itu sendiri. Akibatnya cabang keilmuan menjadi sangat banyak.

Cabang kelimuan yang mempelajari makhluk-makhluk ciptaan Tuhan secara biologis dikenal dengan istilah biologi. Sebagai sebuah ilmu yang besar dan luas, biologi juga memiliki beberapa cabang di dalamnya, salah satunya adalah mikrobiologi.

Penambahan kata “mikro” pada kata biologi sebenarnya sudah menunjukkan identitas dari cabang ilmu biologi yang satu ini. Sesuai namanya, mikrobiologi adalah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari hal-hal mikro dalam tubuh makhluk hidup atau yang disebut dengan istilah mikroorganisme.

Objek yang dipelajari pun rata-rata berbentuk sangat kecil dalam arti yang sebenarnya. Penggunaan mikroskop pada cabang ilmu biologi ini sangat dibutuhkan. Tentu saja, karena mikrobiologi mempelajari tentang mikroba, bakteri, fungi, alga, protozoa, dan virus. Sederhananya, mikrobiologi adalah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari hal-hal yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Dalam prakteknya, mikrobiologi tidak bisa berdiri seorang diri. Mikrobiologi membutuhkan ilmu pendamping lain. Ilmu pendamping tersebut pastilah masih memiliki hubungan dengan ilmu biologi, seperti fisika, kimia, dan biofisika.

Asal Mula Mikrobiologi

Cabang ilmu biologi ini pertama kali muncul semenjak hadirnya mikroskop. Merasa difasilitasi untuk melihat hal-hal yang sangat kecil, seperti bakteri dan teman-teman, para ilmuwan lantas melakukan berbagai penelitian dan menciptakan satu cabang ilmu biologi yang baru. Saat itu, mikroskop menjadi fenomena dalam bidang ilmu biologi.

Hal mengenai mikroorganisme pertama kali disampaikan oleh Robert Hooke. Ia adalah seorang ahli matematika, ahli sejarawan alam, dan ahli dalam penggunaan mikroskop yang berasal dari Inggris. Saat itu Hooke mendeskripsikan struktur dari buah kapang.

Perkembangan pun terjadi, hal yang bisa dilihat kini bukan hanya struktur buah, tetapi juga bakteri. Sosok yang beruntung, karena dapat melihat bagaimana bentuk bakteri untuk pertama kalinya adalah seorang Belanda bernama Anthoni van Leeuwenhoek. Ia hidup di antara tahun 1632 hingga 1723. Ia menemukan bakteri pada 1676. Saat itu, objek penelitiannya adalah bubuk lada dan air.

Mikrobiologi Kini

Semenjak penemuan dua orang pintar tersebut, mikrobiologi kemudian terus dikembangkan hingga memasuki era modern. Di era modern, mikrobiologi menjadi terbagi dalam dua cabang, mikrobiologi dasar dan mikrobiologi teraplikasi.

Pada mikrobiologi dasar hal yang dipelajari biasanya hanya pada pengenalan macam-macam mikroba. Mulai dari struktur, metabolisme, dan bagaimana mikroba itu berkembang. Setelah mengenal mikroba dan seluk beluknya, ilmu lanjutan yang akan dipelajari adalah mikrobiologi teraplikasi.

Berbeda dengan mikrobiologi dasar, mikrobiologi teraplikasi sudah tidak difokuskan pada pengenalan macam-macam mikroba. Mereka yang mempelajari mikrobiologi teraplikasi sudah dianggap hafal dan paham mengenai mikroba dan seluk beluknya. Hal selanjutnya yang dipelajari adalah bagaimana memecahkan berbagai persoalan mengenai mikroba tersebut.

Tinggalkan komentar

Filed under Biologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s