Kimia Organik dan Gugus Fungsional

Kimia Tahukah Anda Kimia Organik dan Gugus Fungsional? Kimia Organik merupakan sebuah disiplin ilmu kimia yang membahas studi mengenai struktur, komposisi, sifat, reaksi dan persiapan tentang persenyawaan kimia yang bergugus karbon dan hidrogen, serta gugus lain seperti nitrogen, oksigen, dan elemen lain secara spesifik. Sebenarnya definisi awal dari kimia organik berasal dari kesalahan persepsi atas campuran organik yang selalu dihubungkan dengan kehidupan.

Dalam topik mengenai kimia organik, terdapat beberapa pembahasan lainnya yang akan sangat menarik untuk dibahas. Beberapa bahasan menarik tersebut, di antaranya adalah gugus fungsional. Dalam pembahasan mengenai gugus fungsional ini yang akan menjadi fokus pembahasan adalah tatanama senyawa kimia.

Yang dinamakan gugus fungsional merupakan kelompok gugus khusus yang dimiliki atom dalam molekul yang sangat berperan dalam memberikan karakteristik atau ciri reaksi kimia pada molekul yang bersangkutan. Senyawa-senyawa yang memiliki gugus fungsional sama biasanya akan memiliki reaksi kimia yang sama atau mirip.

a. Alkana

Alkana merupakan sebuah hidrokarbon jenuh asiklik yang termasuk ke dalam senyawa alifatik. Dengan kata lain, alkana merupakan sebuah rantai karbon panjang yang memiliki ikatan tunggal. Rumus alkana adalah CN H2n+2. Seluruh anggota alkana memiliki nama yang berakhiran –ana. Terdapat dua jenis rantai karbon dalam alkana, yakni rantai karbon lurus dan rantai karbon bercabang.

Untuk memberikan nama pada rantai karbon tunggal, dilakukan dengan memberikan imbuhan jumlah yang ditentukan IUPAC, kemudian diberi akhiran –ana. Contoh, metana (CH4), etana (C2H6), propana (C3H8), butane (C4H10). Sedangkan untuk pemberian nama pada rantai karbon bercabang digunakan beberapa langkah, yakni:

  • cari rantai karbon terpanjang;
  • beri nomor pada rantai tersebut, dimulai dari ujung yang terdekat dengan cabang;
  • beri nama pada cabang-cabangnya.

Nama alkana dimulai dengan nomor letak cabang, nama cabang, dan nama rantai utama. Contohnya, Neopentana untuk 2,2-dimetilpropana.

b. Alkena

Dalam kimia organik, alkena merupakan hidrokarbon tak jenuh yang memiliki sebuah ikatan rangkap dua antara atom karbon, yang digambarkan dengan rumus CN H2n. Penamaan alkena seluruhnya diberi akhiran –ena.

Pada alkena yang memiliki kemungkinan rangkap tidak di satu tempat, maka digunakan penomoran dimulai dari ujung yang terdekat dengan ikatan tersebut sampai atom karbon pada ikatan rangkap bernomor sekecil mungkin untuk membedakan isomernya.

c. Alkuna

Alkuna merupakan hidrokarbon tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap 3. Semua nama alkuna diberi akhiran –una. Sama dengan alkana, alkuna juga terdiri atas dua rantai karbon, yakni rantai karbon lurus dan rantai karbon bercabang. Penamaan rantai karbon lurus sama dengan alkana, hanya akhirannya saja yang diganti dengan –una.

Untuk memberikan nama alkuna dengan rantai bercabang sama hampir mirip dengan penamaan alkana yang memiliki rantai karbon bercabang. Hanya saja yang menjadi “rantai utama” dalam penamaan alkuna haruslah melalui ikatan rangkap 3, dengan penomoran prioritas dimulai dari ujung terdekat ke ikatan rangkap 3.

d. Alkohol

Alkohol merupakan senyawa kimia yang satu aatau lebih atom hidrogennya dalam alkana yang bersangkutan digantikan dengan sebuah gugus –OH. Alkohol ini terdiri atas beberapa kelompok, yakni alkohol primer, alkohol sekunder, dan alkhohol tersier.

 

<!–

–>

Beri rating untuk artikel di atas
Buruk sekali Kurang Biasa Bagus Bagus sekali

Tinggalkan komentar

Filed under Kimia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s