Museum Biologi Yogyakarta

Biologi Tahukah Anda Museum Biologi Yogyakarta? Memasuki gedung berarsitektur zaman Belanda itu seperti memasuki batas ruang dan waktu yang berbeda. Ada rasa ngeri melihat koleksi dan gambar yang tak biasa. Toples berisi embrio yang diawetkan, gambar orang dimakan ular super besar, dan berbagai bentuk ular. Itulah pandangan sekilas dari Museum Biologi Yogyakarta yang ada di Jalan Sultan Agung No. 22 Kecamatan Mergangsang, Yogyakarta.
Fasilitas

Cukup mudah mendapatkan alamat museum biologi ini. Tempatnya tidak jauh dari Kraton Pakualaman. Walaupun warna gedungnya tidak terlalu mencolok, papan nama museum terpampang dengan gagah di depan gedung. Dari Malioboro hanya sekitar 1 km. Cukup naik delman atau becak sudah bisa mencapai tempat ini.

Bila dibandingkan dengan Museum Jenderal Sudirman yang terletak tak jauh dari Museum Biologi ini, tentunya gedung yang ditempati Museum Biologi kalah besar. Parkir yang tersedia pun tidak terlalu luas. Tapi bisa parkir di tempat lain.

Selain tempat parkir, fasilitas di museum ini adalah pemandu yang sangat profesional dan tahu semua hal yang ada di museum.  Museum ini diresmikan pertama kalinya pada tanggal 20 September 1969.

Pemandu tersebut akan membawa pengunjung melihat semua koleksi museum baik yang dipamerkan dalam etalase, diorama, maupun dalam ruangan penyimpanan. Bagi pengunjung yang tak mempunyai nyali besar, melihat beberapa koleksi museum ini mungkin akan menutup mata atau memandang koleksi tersebut dengan tatapan kengerian yang tak mampu ditutup-tutupi.

Selain itu, museum ini memiliki perpustakaan yang dapat memberikan info lebih dalam mengenai dunia Biologi. Toilet yang cukup representatif juga ada di sini. Namun sempitnya ruang pamer membuat seolah-olah jumlah koleksi yang sudah hampir mencapai jumalah 4000 tersebut ditumpuk dan dipaksakan dipamerkan.

Jenis Koleksi

Museum ini tidak hanya menampilkan barang-barang yang akan membuat bulu kuduk berdiri, tapi juga ada koleksi yang berhubungan dengan biji-bijian yang merupakan koleksi terbaru museum. Biji-bijian asli Indonesia yang terdiri atas biji-bijian bahan pokok seperti padi, jagung, canthel, jewawut.

Kacang-kacangan pun baru menjadi koleksi museum ini (benguk, koro, kacang panjang, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, buncis). Juga rempah-rempah, seperti cengkeh, ketumbar, lada, jinten, kemiri, adas, kapulaga, serta biji buah-buahan dan beberapa hewan amphibi.

Koleksi museum berupa awetan kering, awetan basah, kerangka (tulang), fosil, dan lain-lain. Koleksi tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia tapi juga berasal dari luar negeri.

Harga Tiket

Setelah sekian lama tidak ada penyesuaian harga tiket masuk, maka sejak Oktober 2009 tiket masuk Museum Biologi sebagai berikut:

a. Pelajar Rp 3.000,-
b. Umum Rp 5.000,-
c. Wisatawan Asing Rp 10.000,-

Untuk meningkatkan pengunjung museum, pihak pengelola mengadakan berbagai lomba, baik untuk pelajar maupun bagi mahasiswa. Selain itu, penambahan koleksi baru juga bekerja sama dengan para mahasiswa yang sedang KKN. Semua kegiatan tersebut untuk lebih mendekatkan keberadaan Museum Biologi ke tengah masyarakat.

Tinggalkan komentar

Filed under Biologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s