Apakah Itu Hukum?

hukum

 Tahukah Anda Apakah Itu Hukum? Hukum yang baik akan menjamin keberlangsungan hidup dalam masyarakat berjalan dengan harmoni sehingga terciptalah masyarakat yang damai, aman, dan sejahtera. Sejak berabad lalu, para cendikia di seluruh dunia sudah berusaha sekuat tenaga untuk membuat hukum yang adil bagi semua orang.

Tidak jarang hukum diganti, dibongkar sana-sini demi menyesuaikan perkembangan yang ada di masyarakat. Sebelum terlalu jauh membicarakan tentang hukum, mari kita ketahui makna dasar hukum dan pembagiannya.

Hukum adalah seperangkat peraturan yang dibuat oleh suatu pemerintahan di suatu wilayah. Hukum adalah suatu bentuk pengaturan tata hidup dan kehidupan bermasyarakat di daerah tersebut. Hukum menjamin hak dan kewajiban setiap orang yang berdiam di daerah itu.

Hukum dapat saja berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Ada hukum adat, hukum negara, hukum internasional, hukum tata niaga, hukum agama yang mengatur penduduk dengan agama tertentu, dan sebagainya.

Apapun nama hukum tersebut, setiap hukum memuat sebuah agenda yang berkaitan dengan hak dan kewajiban, termasuk hukuman bagi yang tidak menaati pasal-pasal dalam hukum, baik berupa hukuman kurungan badan maupun denda berupa uang.

Hukum dibuat agar menjamin kepastian hak dan kewajiban bagi setiap warga negara. Tidak dapat dibayangkan jika di suatu wilayah tidak memiliki hukum. Maka yang berlaku adalah hukum rimba, setiap orang yang kuat berhak menentukan hukuman kepada siapapun.

Hukum seperti ini sangatlah tidak adil karena yang lemah akan selalu menjadi bahan lindasan dan bahan pojokan. Mereka hanya menjadi pelengkap penderita di wilayah tersebut. Penderitaan yang didapat dari ketidakadilan itulah yang membuat banyak orang cerdas paham hukum berusaha keras untuk membuat hukum yang seadil-adilnya.

Sumber atau acuan pembuatan hukum tersebut bisa dari Al Quran atau buku-buku yang dianggap suci lainnya, hukum-hukum yang sudah ada sebelumnya seperti hukum-hukum tata negara peninggalan Belanda, dan sumber-sumber lain yang menjadi preseden pembuatan hukum berikutnya.

Bagaimana bila penerapan hukum tidak sesuai dengan makna hukum itu sendiri? Kesalahkaprahan penerapan hukum akan membuat masyarakat tidak percaya pada hukum dan mereka bisa saja bertindak brutal karena merasa kecewa. Mafia hukum pun akan semakin mudah dan leluasa melanglangbuana di dunia persilatan hukum untuk mengakali setiap pasal yang ada di hukum tersebut dan mendapatkan keuntungan pribadi.

Selain itu, korupsi, kolusi, dan nepotisme akan menjadi hukum baru yang tidak tersurat. Akan banyak orang-orang kebal hukum. Bila ini sudah terjadi, kehidupan yang harmoni, damai, tentram, aman, dan sejahtera akan semakin jauh dari harapan.

Banyaknya jenis hukum yang ada di masyarakat ternyata berdampak pada penerapan hukum yang tumpang tindih. Semakin banyaknya pasal hukum yang tumpang tindih inilah, yang menuntun pemerintah Indonesia membentuk Mahkamah Konstitusi. Sebuah badan ketika setiap penduduk Indonesia berhak mempertanyakan sebuah produk hukum.

Hakim-hakim pun tidak boleh tidak adil. Merekalah ujung tombak pemutusan sebuah perkara. Bila hakim-hakim sudah tidak adil, semakin kacaulah tata kehidupan di negara tersebut. Kalau sudah begini, fungsi hukum tidak berjalan. Hukum tidak lebih hanya sebagai produk main-main yang memboroskan keuangan negara. Produk mubazir yang hanya membuat rakyat semakin terlunta-lunta.

Tinggalkan komentar

Filed under Hukum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s