Konsep Psikologi

Psikologi Tahukah Anda Konsep Psikologi? Pandangan terhadap masalah kecerdasan manusia belakangan menemukan bentuknya melalui konsep Multiple Intelegence atau kecerdasan majemuk. Dengan pendekatan baru dalam konsep psikologi ini, manusia dipandang sebagai subyek yang lebih kompleks. Manusia adalah makhluk multi dimensional, dan tidak bisa diukur hanya dari tingginya angka IQ.

Sebagai ciptaan Tuhan, manusia memiliki keunggulan dibandingkan makhluk-makhluk lainnya. Keunggulan ini terletak dalam kompleksitas potensinya yang harus dikembangkan agar manusia mampu mengelola alam sehingga dia bisa hidup, berkembang, dan berkreasi dengan berbagai kecerdasan majemuknya.

Ketika konsep psikologi IQ (Inteligence Quotion) mendominasi sebagai alat untuk mengukur kemampuan manusia, banyak kalangan mengkritik. Secara humanistis, potensi manusia lebih dari sekedar kemampuan otak yang bersifat akademik. Apakah hanya karena pelajaran di sekolah jeblok seorang anak dengan bisa langsung divonis tidak memiliki kecerdasan, dan masa depannya dianggap suram ?

Mainstream

Namun dalam mengembangkan seluruh potensinya tersebut, setiap orang harus mendapatkan dukungan dari lingkungan pendidikan yang melingkupinya. Baik lingkungan di dalam keluarga, di persekolahan, maupun di masyarakat. Tanpa dukungan dari lingkungannya, potensi kecerdasan majemuk seorang anak tak akan dapat berkembang secara optimal.

Namun sayangnya, kita juga harus realistik dengan kenyataan sosial yang hingga kini masih sering menghambat optimalisasi potensi kecerdasan manusia ini. Para orang tua, misalnya, terbiasa mengikuti arus pemikiran yang bersifat mainstream. Sehingga kalau muncul atau ada penawaran alternatif pemikiran baru namun tidak menjadi mainstream akan sulit dilaksanakan oleh para orang tua.

Hambatan lain dalam pengembangan kecerdasan majemuk datang dari lembaga persekolahan. Sistem persekolahan kita sebenarnya sangat menghambat perkembangan potensi anak didik. Bahkan boleh dikata sebenarnya sekolah tidak mengakui adanya konsep psikologi tentang kecerdasan selain yang bersifat akademik dan mengandalkan otak. Sistim ranking maupun sistim seleksi penerimaan siswa merupakan bentuk pengekangan itu

Dunia persekolahan kita cenderung menganut kurikulum tradisional yang bersifat transfer pengetahuan. Kurikulum persekolahan kita kurang adaptif terhadap perubahan. Sehingga wajar bila kita sering mendengar banyak murid sekolah yang lebih dahulu mengetahui informasi dan pengetahuan terbaru dibandingkan gurunya.

Political Will

Parahnya lagi, masyarakat juga masih sangat kuat menilai bahwa kualitas manusia lebih ditentukan oleh angka. Hal ini terlihat dari masih banyaknya seleksi penerimaan pegawai, termasuk pegawai negeri, yang memandang prestasi akademik sebagai ukuran.

Pekerjaan yang ada di masyarakat juga lebih didominasi oleh jenis yang mengandalkan kemampuan akademik. Sangat jarang perusahaan atau kantor yang memberikan keleluasaan dalam pengembangan kreatifitas maupun kemampuan lain.

Dengan banyaknya kendala ini tampaknya sulit untuk mengembangkan dan melembagakan kecerdasan majemuk. Hampir semua sektor dan sendi tidak memberikan ruang bagi kreatifitas maupun keunikan individu. Dengan sistem budaya dan pendidikan yang ada, akan sulit merangsang atau menumbuhkan berbagai potensi kemampuan anak.

Namun banyaknya hambatan bukan berarti konsep psikologi kecerdasan majemuk atau multiple intelegence tidak bisa diimplementasikan. Kuncinya sekarang terletak pada political will dari pemerintah itu sendiri. Sudah saatnya pemerintah mengedepankan dan mengutamakan pendidikan yang berorientasi pada kecerdasan majemuk sebagai ujung tombak dalam membangun bangsa dan negara. Dan yang lebih penting lagi adalah mengoptimalkan seluruh potensi anak tanpa ada pemaksaan atau pengebirian hanya karena potensi itu tidak seiring dengan nilai yang berlaku di masyarakat.

Tinggalkan komentar

Filed under Psikologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s