Masalah Ekonomi

Ekonomi Tahukah Anda Masalah Ekonomi? Menurut beberapa pihak, masalah ekonomi paling mendesak yang harus dibenahi di Indonesia adalah hal-hal yang berkenaan dengan inovasi. Baik inovasi produk, inovasi strategi pemasaran, maupun inovasi bidang SDM. Miskinnya inovasi ini membuat bidang usaha di Indonesia sering kebobolan oleh banyaknya inovasi produk dari luar. Saat barang-barang tersebut datang, terutama dari Cina, para pengusaha kaget dan tak berdaya digempur sedemikian rupa oleh produk-produk inovatif dengan harga murah tersebut.

Emosi

Pengusaha Indonesia masih lebih sering menggunakan emosi dan perasaan dalam berdagang dan menjalankan bisnis. Bukan berdasarkan hasil penelitian, pengamatan, dan survei, yang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, bagi sebagian perusahaan, bidang Research dan Development masih dianggap sebagai pelengkap dan belum dijadikan dasar serta fondasi dalam mengambil kebijakan dalam membangun strategi bisnis jitu.

Emosi dan perkiraan ini seringkali meleset. Misalnya, karena satu dan lain hal, suatu produk menjadi booming dan laris manis. Lalu, apa yang dilakukan oleh pengusaha Indonesia. Bukannya mencari inovasi baru yang akan menjadi penetrasi pasar, mereka malah berbondong-bondong membuat produk sama dengan pasokan yang jor-joran sehingga konsumen menjadi enek.

Akhirnya, produk tersebut hanya menjadi produk musiman yang tak laku lagi dijual saat musim telah berganti. Tiru-meniru yang gagal ini masih saja diterapkan hingga kini. Jadi, sebenarnya sudah saatnya pengusaha Indonesia melek teknologi dan membuka diri seluas-luasnya agar daya inovasi itu semakin terasah.

Berbagi

Inovasi bisa tercipta dari keinginan berbagi dan membantu konsumen. Perhatikan apa yang menjadi masalah dari konsumen sekarang. Dari masalah tersebut, buatlah peta permasalahan yang mungkin bisa dicari solusinya. Barang yang akan diproduksi hendaknya tidak terlalu mahal karena orang Indonesia masih suka dengan barang yang murah meriah walaupun kualitasnya tak terlalu bagus.

Hal itu berdasarkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih berada di kelas ekonomi bawah. Namun, bila produk tersebut memang bisa dimanfaatkan oleh orang banyak, buatlah pula produk premium. Tentu dengan harga dan kualitas berbeda. Perbedaan kualitas perlu dilakukan agar para pembeli premium tidak perlu pergi ke luar negeri hanya untuk membeli produk yang sama.

Pameran dan Jalan-Jalan

Bila seorang pengusaha tak senang berpameran dan melakukan jalan-jalan, dapat dipastikan bahwa pengusaha tersebut pasti tidak terlalu inovatif. Bila beralasan dapat melihat produk sejenis dari internet, hal ini masih kurang. Menatap sebuah barang dengan mata kepala sendiri pasti berbeda dengan hanya melihat barang tersebut dari tayangan layar komputer. Bahkan, layar TV ukuran 49 inci. Otak akan bereaksi lain saat tangan memegang benda tersebut. Oleh karena itu, setiap pengusaha harus menganggarkan dana khusus untuk pameran dan jalan-jalan ini.

Acara jalan-jalan pun ada aturannya. Tak perlu hanya mengunjungi daerah-daerah wisata yang informasinya mudah didapat dari berbagai sumber. Kunjungilah kota-kota yang jarang dikunjungi dan lihatlah kehidupan masyarakat kota yang dikunjungi secara langsung. Kehidupan yang berbeda itu akan membuat simpul-simpul otak berproses dan memberikan informasi baru apa saja yang mungkin bisa dilakukan selanjutnya. Jangan lupa mencatat semua hal yang menarik perhatian. Bila perlu, rekamlah acara jalan-jalan tersebut. Hal ini agar ingatan tetap terpatri dan ide-ide yang belum sempat tercatat bisa keluar lagi.

Tinggalkan komentar

Filed under Ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s