Pariwisata Budaya

Pariwisata Tahukah Anda Pariwisata Budaya? Pariwisata budaya adalah salah satu jenis pariwisata yang membutuhkan ketertarikan khusus pada bidang khusus juga, dalam hal ini budaya. Beragamnya budaya yang ada di Indonesia membuat orang luar ingin tahu dan mendalami latar belakang dan keterkaitan antara budaya satu dengan budaya lainnya. Bagi para pemula, untuk lebih mengetahui kebudayaan tertentu dari daerah tertentu, sebaiknya mengunjungi desa wisata.

Desa wisata biasanya sudah disiapkan untuk menyambut para pelancong sehingga ilmu dan pengetahuan yang didapatkan akan lebih banyak dibandingkan bila harus mengamati suatu budaya di daerah tertentu dalam waktu yang lama. Lain bila tujuan wisata budaya tersebut untuk mendapatkan informasi sealami mungkin dari pengamatan secara langsung tanpa diatur oleh agen wisata.

Keuntungan Melakukan Wisata Budaya

Sebelum berkunjung ke suatu daerah, sebaiknya carilah tahu tentang daerah tersebut walaupun sedikit. Pengetahuan ini akan membuat Anda semakin mengerti dan akan membuat Anda banyak bertanya karena ingin mencocokan informasi yang sudah didapatkan dan kenyataan yanga ada di lapangan. Ilmu sosiologi yang dimiliki akan membuat cara pandang dan pemahaman tentang suatu budaya akan semakin baik.

Keuntungan yang didapat dari wisata budaya ini, antara lain :

  • Perbandingan gaya hidup.
  • Belajar melihat kehidupan yang lain dan acara orang lain menghadapi hidupnya.
  • Rasa syukur yang lebih mendalam terutama bila mengunjungi desa wisata yang masih sangat sederhana.
  • Batu loncatan untuk berbisnis.
  • Penggalian ide dan pengembangan ide terutama bagi para penulis dan pekerja seni.
  • Memupuk rasa simpati dan empati kepada orang lain, terutama bagi anak-anak. Pengalaman mengunjungi desa wisata yang masih sangat jauh dari dunia modernitas akan membuat mereka lebih bersimpati dan berempati kepada orang lain.

Desa Wisata Sebagai Tempat Pariwisata Budaya di Indonesia

Hampir setiap daerah mempunyai desa wisata. Apalagi bila mengunjungi tempat wisata utama, seperti Yogyakarta dan Bali. Desa wisata bisa ditemui di banyak tempat. Keunggulan setiap desa wisata tersebut pun berbeda-beda.

Ada yang berfokus pada pembuatan batik, tempe, tahu, kerajinan perak, kerajinan makanan tradisional, tari-tarian, dan pola kehidupan petani. Ada juga yang berfokus pada arsitektur bangunan dan pendidikan dengan pola tradisional yang sering terdapat di berbagai pesantren di seluruh pelosok negeri.

Bila akan melakukan pariwisata budaya, tentukan dulu fokus yang akan menjadi tujuan melancong ke suatu daerah. Bila fokus dan tujuan ini tidak ditentukan di awal, maka sering kali pariwisata budaya tidak memberikan hasil pelajaran yang maksimal.

Kunjungan yang hanya sehari juga belum bisa memberikan gambaran yang utuh tentang budaya dan kebudayaan di suatu tempat. Minimal luangkan waktu tiga hari untuk tinggal di suatu daerah. Waktu 72 jam tersebut sudah lumayan bisa memberikan sedikit gambaran akan pesona alam dan perilaku masyarakat sekitar.

Jangan Lupa Mengunjungi Pasar Tradisional

Pasar tradisional akan membawa suasana liburan yang berbeda. Di pasar tradisional inilah akan ditemui cara masyarakat sekitar berdagang dan berinteraksi. Selain itu, makanan khas daerah tersebut juga akan lebih mudah didapat. Tentunya dengan ragam pilihan yang banyak. Selain sebagai oleh-oleh, makanan khas tersebut juga sebagai tambahan pengetahuan cita rasa kuliner Anda.

Tinggalkan komentar

Filed under Ilmu Pariwisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s