Sejarah Benua Atlantis

Sejarah Tahukah Anda Sejarah Benua Atlantis? Sejarah Benua Atlantis sebagai benua legendaris yang hilang, bermula dari tulisan seorang filsuf besar Yunani, Plato. Hingga kini, keberadaannya masih menjadi perbedatan menarik. Sebagian meyakini eksistensi pulau ini hanyalah fiktif yang sengaja diciptakan untuk sebuah alasan. Ada pula yang menyakini bahwa dulunya pulau ini benar-benar ada.

Seperti Apa Pulau Atlantis?

Gambaran tentang Pulau Atlantis sepenuhnya bersumber dari catatan Plato dalam dua karyanya, yaitu Timaeus dan Critias. Dalam bukunya yang diberi judul Timaeus, Plato bercerita sangat menarik tentang Atlantis. Berikut ini kutipannya:

“Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah Kerajaan Atlantis. Ketika itu, Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena. Namun, di luar dugaan, Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut. Negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.”

Dalam cacatan Plato juga, tercantum bahwa Istana Atlantis terletak di bagian pusat pulau tersebut. Kekuasaannya meliputi angkatan laut yang sangat kuat hingga berhasil menguasai Eropa Barat dan Afrika sekitar 9500 SM. Menurut catatannya pula, Atlantis dapat ditemukan di seberang pilar-pilar Herkules. Hal inilah yang sering dijadikan landasan para peneliti untuk mengungkap misteri keberadaan Pulau Atlantis.

Di Mana Letak Atlantis?

Sebagian orang percaya bahwa Pulau Atlantis hanya ada dalam imajinasi seorang Plato. Namun, beberapa orang yang mempercayai keberadaan pulau ini berupaya mencari kemungkinan untuk menemukan letak pulau misterius ini. Mereka meyakini bahwa peristiwa hilangnya Benua Atlantis terjadi seperti halnya pada wilayah Sodom dan Gomora. Berikut adalah beberapa pendapat tentang letak keberadaan Pulau Atlantis.

Proclus Lycaeus (412-485)

Lycaeus Proclus adalah seorang filsuf abad ke-5 yang membuat laporan tentang perjalanan Crantor, murid Xenocrates (murid Plato). Dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa Crantor berkelana ke Mesir dan menemukan kolom sejarah Atlantis yang tertulis dalam huruf heroglif. Plato tidak pernah menyebut kolom tersebut. Menurut filsuf Yunani, Solon melihat kisah Atlantis dalam sumber yang berbeda yang dapat “diambil untuk diberikan.”

Ignatius L. Donnelly

Pada 1882, Ignatius L. Donnelly mengenalkan karyanya, Atlantis: The Antediluvian World. Karya Donnelly yang satu ini menarik perhatian dari berbagai kalangan. Donnelly mengadopsi gambaran Plato tentang Atlantis. Ia menyatakan bahwa semua peradaban kuno yang diketahui saat ini berasal dari kebudayaan Neolitik tinggi seorang Plato.

Menurut Donnelly, ada kaitan antara Atlantis dengan Aztlan. Aztlan adalah tempat tinggal bagi leluhur suku Aztek. Donnelly menyatakan bahwa timur Karibia adalah lokasi bekas Aztlan, seperti yang ditunjuk suku Aztek. Ia pun berpendapat bahwa Atlantis dulunya berada di wilayah Karibia.

Edgar Cayce (1877-1945)

Edgar Cayce mengemukakan pendapatnya yang senada dengan Ignatius L. Donnely, bahwa lokasi Atlantis terletak di Karibia. Ia juga menyatakan bahwa Atlantis merupakan sebuah peradaban berevolusi tinggi yang pernah ada di masa kuno. Ia juga mendukung pernyataan Plato mengenai kekuatan perang Atlantis yang memiliki kapal dan pesawat tempur.

Menurutnya, perangkat-perangkat perang ini memanfaatkan energi berbentuk kristal yang misterius. Cayce juga memprediksi bahwa Atlantis yang hilang ini akan muncul ke permukaan pada 1968 atau 1969.

Arysio Santos

Prof. Arysio Santos adalah peneliti lain yang mengkaji keberadaan Atlantis. Ia adalah seorang atlantolog, geolog, dan fisikawan nuklir asal Brazil. Berbeda dari pendahulunya yang mencari Atlantis di wilayah barat, Santos justru merujuk wilayah timur sebagai lokasi Atlantis.

Dalam bukunya, Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definite Localization of Platos Lost Civilization, Arysio Santos merujuk Indonesia sebagai Atlantis yang dulu hilang. Santos telah mengumpulkan daerah-daerah berdasarkan catatan Plato.

Menurutnya, ada 33 indikator dari Plato yang mencirikan kota Atlantis dan ia berkeyakinan bahwa Indonesia memenuhi ciri-ciri yang disebutkan Plato.

Tinggalkan komentar

Filed under Sejarah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s