Teori Psikologi Modern mengenai Tingkah Laku

Psikologi Tahukah Anda Teori Psikologi Modern mengenai Tingkah Laku? Teori-teori psikologi modern mengenai tingkah laku cukup mempengaruhi para psikolog dalam memahami kehidupan dan mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh para manusia modern. Diantaranya merupakan teori yang didapat dari percobaan Skinner dan Watson, yaitu  teori imitasi yang diutarakan oleh Bandura, dan teori pendidikan. terutama yang berkaitan dengan motivasi dan kesulitan belajar.

Teori Skinner disebut juga teori tingkah laku radikal (radical behaviorism). Teori ini mengenai stimulus-respon, yang mempercayai bahwa setiap tingkah laku itu dapat diamati, dan didasari oleh respon positif atau negatif yang diterima. Respon positif berarti akan mendapatkan hadiah, sebaliknya, respon negatif menandakan akan mendapatkan hukuman. Skinner yakin bahwa manusia akan berusaha untuk mendapatkan respon positif atau hadiah dari apa yang dilakukannya.

Baik Skinner maupun Watson mempunyai pandangan yang sama, bahwa setiap tingkah laku manusia dapat diamati dengan menggunakan metode ilmiah. Tapi Watson tidak setuju kalau inner feeling (perasaan) dapat diamati. Watson yakin bahwa perasaan dapat dipelajari sebagai mana mempelajari ketrampilan-ketrampilan lainnya.

Teori behaviorism atau tingkah laku ini sangat berpengaruh.  Sehingga banyak ahli lain seperti Edward C. Tolman, dan Clark L. Hull turut memformulasikan teori-teori mereka sendiri yang didapat dari hasil pengamatan di laboratorium, bukan melalui observasi introspeksi. Teori ini juga melahirkan banyak teori belajar yang menyangkut metode pembelajaran pada manusia dan hewan.

Teori imitasi (social learning theory) yang diutarakan oleh Bandura mengungkapkan bahwa ada 4 faktor yang harus dilakukan oleh seseorang untuk belajar melalui observasi, sebelum menirukan tingkah laku seseorang dari lingkungan tertentu. Pertama, perhatian. Seseorang tidak akan bisa menirukan kalau tidak memberikan perhatian kepada objek yang akan ditirunya. Misalnya, seorang anak ingin meniru ibunya masak. Tentunya sang gadis harus memperhatikan ibunya terlebih dahulu sebelum bisa meniru.

Kedua, sebelum bisa meniru, seseorang harus bisa mengingat-ingat apa yang akan dia tiru. Ketiga, mempunyai kemampuan untuk melakukan hal yang sama. Untuk itu, seseorang yang ingin meniru harus mempunyai kemampuan fisik dan koordinasi kekuatan fisik yang memadai. Keempat, motivasi. Tidak mungkin seseorang akan meniru orang lain bila tidak ada motivasi dalam dirinya untuk melakukan hal tersebut.

Menurut Bandura, seseorang menirukan orang lain karena ingin mendapatkan pujian atau respon yang sama atau lebih dari orang yang akan ditirunya. Seorang anak kecil akan terus menirukan tingkah laku orang yang ditirunya selama dia mendapatkan senyuman, persetujuan, atau komentar positif dari orang-orang yang ada di lingkungannya. Bila hal tersebut tidak didapatkannya, dia akan berhenti meniru dan akan mencari objek lain untuk ditiru.

Bandura juga berpendapat bahwa objek yang ditiru adalah orang-orang yang menyenangkan. Misalnya, anak kecil cenderung menirukan orang-orang yang sayang dan baik kepadanya. Dia akan meniru ayahnya selama ayahnya tersebut menjadi ayah yang baik dan sayang padanya. Bila suatu saat ayahnya menyakitinya, sang anak anak berhenti menirukan ayahnya. Begitu juga dengan orang-orang yang dipandang sukses, cakep, kaya, dan terkenal. Orang-orang seperti ini akan banyak ditiru oleh orang lain.

Dengan mengetahui teori-teori tersebut para guru dan pendidik lainnya dapat lebih memahami para peserta didik. Akan lebih mudah memberi mereka motivasi, baik motivasi dari dalam maupun motivasi dari luar. Motivasi dari dalam (intrinsic motivation) dapat dilakukan dengan  memberikan pemahaman bahwa tak ada yang bisa membantu bila tidak mau membantu diri sendiri. Dari luar, dapat dengan mengambil contoh orang-orang yang telah sukses terlebih dahulu.

Tinggalkan komentar

Filed under Psikologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s