Tes Psikologi untuk Ukur Kemampuan Diri

Psikologi Tahukah Anda Tes Psikologi? Setiap orang memiliki kemampuan dan motivasi berbeda. Hal ini disebabkan pengaruh dari genetik dan lingkungan yang tidak sama. Salah satu cabang ilmu yang dapat mempelajari kemampuan dalam diri seseorang adalah ilmu psikologi. Ilmu psikologi merupakan perpaduan dari ilmu biologi dan ilmu syaraf yang bersinggungan dengan ilmu alam berupa antropologi dan ilmu sosial berupa sosiologi atau kemasyarakatan.

Menurut ilmu psikologi, tingkat kemampuan seseorang dapat diukur berdasarkan kriteria tertentu. Kita tentu sering mendengar setiap perusahaan menggunakan serangkaian tes psikologi sebagai syarat penerimaan karyawan. Tes psikologi ini dilakukan bukan untuk mengetahui siapa yang paling pintar maupun siapa yang paling bagus. Tes psikologi dilakukan untuk mengukur fungsi kognitif dan emosi seseorang.

Kebutuhan Dunia Kerja

Dalam dunia kerja, yang dibutuhkan bukan hanya para karyawan yang pintar secara IQ, melainkan yang memiliki kecerdasan secara emosional. Dengan menggunakan tes psikologi, seseorang dapat diketahui mampu berkerja dengan baik sesuai etika yang berlaku dalam perusahaan atau tidak. Jadi, bila ada seseorang yang dianggap kurang berkompeten memasuki suatu posisi pekerjaan, dapat dideteksi sedari awal melalui tes psikologi.

Tes psikologi yang lazimnya disebut sebagai psikotes tidak hanya dilakukan untuk penerimaan karyawan baru, tetapi bisa digunakan untuk keperluan terapi, untuk mengukur tingkat IQ seseorang. Bahkan, perkembangan mental. Berdasarkan hasil psikotes, dapat diketahui skala kecerdasan dan perkembangan mental seseorang.

Bukan Tolok Ukur Mutlak

Psikotes tidak bisa dijadikan sebagai pengukuran yang mutlak atas kemampuan diri seseorang. Hal ini disebabkan kondisi psikologis seseorang tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bersumber dari dalam diri dan dari luar. Jadi, secara psikis, kondisi seseorang bisa berubah atau bersifat dinamis yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, mental, dan motivasi.

Sebagai mahluk sosial yang selalu berinteraksi dengan masyarakat sekitar, kita tentu mengalami perubahan. Jadi, tidak perlu takut ketika akan menjalani psikotes atau tes psikologi karena setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Dengan demikian, tidak ada istilah siapa yang paling pintar atau bodoh dan siapa yang paling baik atau tidak.

Tidak Ada Rumus Pasti

Sebagai salah satu komponen alat ukur dalam penerimaan karyawan, bukan berarti tes psikologi dapat diketahui standar penilaian, atau pola pertanyaan seperti layaknya tes ujian masuk perguruan tinggi. Jadi, tidak ada rumus pasti yang dapat kita pelajari untuk menghadapi tes psikologi.

Perlu kita ingat bahwa tes psikologi bukanlah satu-satunya penentu apakah seseorang itu bisa diterima sebagai karyawan atau tidak karena kondisi psikologis seseorang tidak sama dalam kurun waktu tertentu. Yang bisa kita lakukan hanya menjaga kondisi spikis kita dalam keadaan rileks.

Lalu, apa fungsi buku-buku pedoman psikotes? Buku-buku pedoman psikotes yang banyak beredar bukan berarti psikotes yang sebenarnya seperti itu, meskipun pola psikotes yang ada menyerupai tes psikologi sebenarnya. Melalui buku pedoman psikotes kita dapat memprediksi pola psikotes yang akan dihadapi.

Psikotes yang dilakukan dibuat oleh para ahli dalam dunia ilmu psikologi dan memiliki pola yang tidak sama persis karena dipengaruhi oleh pendekatan tes psikologi yang digunakan. Jadi, bisa saja setiap perusahaan memiliki pola tes psikologi berbeda-beda meskipun komponen tesnya sama.

Tinggalkan komentar

Filed under Psikologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s