Kosakata Bahasa Belanda dalam Bahasa Indonesia

Bahasa Tahukah Anda Kosakata Bahasa Belanda dalam Bahasa Indonesia? Memiliki pengalaman dijajah Belanda selama 350 tahun jelas masih meninggalkan jejaknya di berbagai aspek kehidupan bernegara dan berbudaya di Indonesia. Tengok saja buku-buku KUHP kita, masih banyak pasal-pasalnya berasal dari peraturan Belanda yang notabene sudah puluhan tahun umurnya. Padahal di Belanda sendiri pasal-pasal tersebut tidak lagi digunakan di negara mereka sendiri.

Begitu juga halnya dengan kosakata Bahasa Belanda. Tidak sedikit kakek-nenek kita yang mendapatkan pendidikan Belanda karena status kebangsawanannya. Sehingga mereka pun menjadi sekelompok orang-orang yang masih menggunakan kosakata bahasa Belanda sebagai kosakata sampingan.

Tengok saja sinetron-sinetron, masih ditemukan karakter-karakter ibu-ibu atau nenek-nenek yang memakai kata, ‘ik’, ‘jij’ (arti: kamu, dibaca yey), ‘te erg’ (keterlaluan), ‘vervelend’ (menyebalkan) dan masih banyak lagi.

Apakah ada kosakata bahasa Belanda yang kemudian diadaptasi ke bahasa Indonesia secara baku? Banyak. Ada yang memiliki arti yang sama dan ada yang telah mengalami pergeseran arti.

Kosakata Bahasa Belanda yang Tergusur di Indonesia

  1. ‘Rijbewijs’: dalam bahasa Indonesia umum ditulis ‘rebeweis’ alias ‘Surat Izin Mengemudi’.
  2. ‘Brandweer’: atau ‘branwir’ dalam bahasa Indonesia yang artinya ‘mobil pemadam kebakaran’.
  3. ‘Machtig’: dalam bahasa Indonesia merupakan kata lain dari ‘makanan berlemak’

Kosakata Bahasa Belanda yang Masih Digunakan di Indonesia

  1. ‘Mama’ & ‘Papa’: Sebutan untuk memanggil kedua orangtua ini termasuk klasik di Eropa. Pemakaiannya hingga kini juga masih memiliki tempat yang cukup besar di kalangan masyarakat Eropa sendiri.
  2. ‘Opa’ & ‘Oma’: Hal yang sama juga berlaku dengan penyebutan untuk kakek dan nenek. Bahkan di Belanda ‘Opa’ dan ‘Oma’ adalah kosakata Bahasa Belanda baku dan dominan digunakan.
  3. ‘Vrijman’: dalam bahasa Indonesia menjadi preman. Kosakata Bahasa Belanda ini mengalami pergeseran makna. Makna aslinya adalah orang/pemuda yang berkelana ke berbagai tempat lalu menjadi tenaga sukarela di setiap tempat dia singgahi.
  4. ‘Gratis’: kata lainnya cuma-cuma. Kosakata Bahasa Belanda ini masih digunakan baik di Indonesia maupun di Belanda.
  5. ‘Hanger’: atau gantungan baju. Walau cara pengucapannya agak berbeda tetapi artinya masih sama dan masih digunakan di kedua negara.
  6. ‘Bus’: walau bahasa Indonesia sudah memiliki kata ‘bis’ tetapi kenyataanya cara pengucapan pada umumnya masih menggunakan lafal Belanda yaitu ‘bes’.
  7. ‘Chauffeur’: alias sopir. Kosakata Bahasa Belanda ini juga memiliki turunan awal yaitu dari bahasa Prancis sebagai dampak penjajah Napoleon Bonaparte.
  8. ‘Koelkast’: atau nama bekennya kulkas alias lemari es.
  9. ‘Ziekenhuis’: kosakata Bahasa Belanda ini memang tidak diadaptasi berdasarkan bunyi atau tulisannya, melainkan dari artinya. ziek berarti sakit dan huis berarti rumah yang dalam bahasa Indonesia menjadi rumah sakit.
  10. ‘Apotheek’: pada EYD zaman dahulu penulisan apotik masih apotek karena merunut pada bahasa turunannya.

Dan masih banyak lagi kosakata Bahasa Belanda yang secara sadar atau tidak sadar kita gunakan dalam bahasa sehari-hari. Penjajahan memang bukan pengalaman yang menyenangkan tetapi memahami asal muasal bahasa juga tidak ada salahnya. Seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”.

Tinggalkan komentar

Filed under Bahasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s